Halal Bi Halal Keluarga Pengadilan Agama Merauke (06/05/2024)
Senin, 6 Mei 2024 bertempat di Looby atas kantor Pengadilan Agama Merauke telah dilaksanakan kegiatan Halal bi halal keluarga Pengadilan Agama Merauke. Bertindak selaku pembawa Tausiyah Ketua Pengadilan Agama Merauke Suparlan, S.HI., M.H.

Dalam Tausiyahnya Suparlan, S.HI. M.H. menyampaikan terkait asal muasal dan sejarah diadakannya acara Halal Bi Halal di Indonesia. Halal bi halal adalah sebuah tradisi bagi muslim di Indonesia, berupa aktivitas silaturahmi yang identik dengan bermaaf-maafan saat hari raya Idul Fitri. Tradisi ini biasanya dilakukan di sebuah tempat, seperti rumah atau aula, dan melibatkan sekelompok orang, baik keluarga besar atau lembaga tertentu. Halal bi halal saat momen Idul Fitri merupakan tradisi khas masyarakat muslim Indonesia dan tidak ditemukan dalam budaya muslim di Arab.

Disebutkan bahwa tradisi halal bi halal kali pertama digagas oleh presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, bersama Kiai Abdul Wahab. Di masa awal kemerdekaan Indonesia pada 1948, kondisi politik Indonesia sedang tidak stabil. Untuk menurunkan tensi ketegangan politik pada masa itu, Soekarno berdiskusi dengan Kiai Abdul Wahab tentang solusi yang tepat mengatasinya. Momen tersebut terjadi di bulan Ramadhan, dan Kiai Abdul Wahab menjelaskan sebuah alur pemikiran yang menjadi cikal bakal lahirnya istilah 'halalbihalal'.

Selanjutnya acara ditutup dengan bersalam salaman oleh Aparatur Pengadilan Agama Merauke dan juga pengurus Dharmayukti Karini Cabang Merauke
